Jadwal Kegiatan MGMP B.Indonesia SMP/MTs Tahun 2013

Berdasarkan hasil pertemuan hari pertama kemarin, anggota MGMP meminta jadwal kegiatan MGMP dilampirkan dalam surat undangan sehingga kegiatan dapat diketahui oleh kepala sekolah masing-masing secara pasti. Berikut rencana jadwal kegiatan MGMP Bahasa Indonesia SMP/MTs Kabupaten Tabalong sepanjang tahun 2013. Fokus kegiatan masih pada kegiatan Lesson Study, penyusunan perangkat, dan persiapan US dan UAS Bersama. Jadwal ini juga telah dilampirkan di undangan Nomor 017/MGMP-BIN/SMP-MTs/02/2013, tanggal 7 Februari 2013.
Mengapa harus kegiatan Lesson Study? Ya, karena mencakup banyak hal: penyusunan RPP, peningkatan kompetensi pengajaran/pembelajaran, pembuatan instrumen penilaian, melakukan refleksi terhadap kegiatan guru/siswa, serta menumbuhkan/ memupuk kemampuan meneliti (PTK).

1.Rabu, 6 Februari 2013
SMPN 1 Tanjung
Evaluasi LS (Lesson Study)
Dan Penyusunan Prog. Kegiatan MGMP (termasuk Prota, Prosem)

2.Rabu, 20 Februari 2013
SMPN 1 Tanjung
Pembagian Tugas dan Pembuatan Soal US Bersama Berdasarkan Kisi-kisi yang telah disusun

3.Rabu, 6 Maret 2013
SMPN 1 Tanjung
Persiapan akhir Pembuatan Soal US Bersama dan Perencanaan LS Berupa Penyusunan RPP Model dan Penentuan Guru Model

4.Rabu, 20 Maret 2013
Pelaksanaan LS dan Refleksi
Tempat belum ditentukan

5.Rabu, 1 Mei 2013
Pembagian Tugas dan Pembuatan Soal UAS Bersama Berdasarkan Kisi-kisi yang telah disusun
SMPN 1 Tanjung

6.Rabu, 15 Mei 2013
Persiapan akhir Pembuatan Soal UAS Bersama dan Perencanaan LS Berupa Penyusunan RPP Model dan Penentuan Guru Model
SMPN 1 Tanjung

7.Rabu, 29 Mei 2013
Pelaksanaan LS dan Refleksi (Guru Model I)
Tempat belum ditentukan

8.Rabu, 31 Juli 2013
Pelaksanaan LS dan Refleksi (Guru Model II)
Tempat belum ditentukan

9.Rabu, 25 September 2013
Pelaksanaan LS dan Refleksi (Guru Model III)
Tempat belum ditentukan

10.Rabu, 23 Oktober 2013
Pelaksanaan LS dan Refleksi (Guru Model IV) dan Evaluasi Kegiatan
Tempat belum ditentukan

Keterangan: Tempat pelaksanaan Lesson Study disesuaikan dengan tempat tugas anggota yang menjadi guru model atau kesepakatan bersama jika tempat tugas terlalu jauh bagi sebagian besar anggota MGMP.
Suka artikel ini?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
......
Anak-anak itu dinamis: Mereka ingin bergerak, ingin mencoba-coba, ingin berkreasi, dll. Banyak-banyak belajar untuk merelakan ruangan berantakan, halaman sedikit acak-acakan, perabotan berubah fungsi dan bertebaran, merupakan bantuan orang tua yang amat berharga agar sikap dinamis dan kreatif anak-anak itu tetap terpelihara.

Memperkenalkan nama-nama benda pada anak usia dini mungkin kelihatan sepele, sehingga tak jarang justru diabaikan dan ditunda-tunda. Padahal mengenal nama-nama benda (sekalipun hanya nama jenis-jenis bumbu atau perabotan rumah) akan mempermudah anak dalam berkomunikasi.

Kemampuan membaca, sains, dan matematika itu penting; tetapi tidaklah tepat jika memaknai KECERDASAN/KEJENIUSAN seorang anak hanya dari 3 indikator tersebut. Betapa banyak orang tua yang akhirnya menganggap anaknya bukan anak yang cerdas karena stereotype yg sempit itu.

Kedisiplinan pada anak-anak akan terbentuk secara perlahan-lahan jika aturan yang kita tetapkan jelas, anak tahu alasannya, dan diterapkan secara konsisten.

Persepsi orang tua terhadap anak-anaknya, entah yang bentuknya positif (seperti pintar, sabar, baik) ataupun yang negatif (ceroboh, nakal, pembangkang, dll) mau tidak mau juga akan mempengaruhi cara anak-anak mempersepsi dirinya.

Salah satu cara untuk menumbuhkan kebiasaan berpikir mendalam pada anak-anak adalah dengan mengajak mereka mengamati benda2 atau kejadian-kejadian dan mendiskusikannya. Ada yang pernah melakukannya juga? Jika belum, silakan dicoba. Obrolan dengan anak-anak tak hanya mencerdaskan mereka tapi juga orang tuanya :)

Adalah penting memuji anak setelah mereka menunjukkan perilaku baik ataupun karya mereka. Tapi bagaimana memuji tanpa membuat mereka menjadi sombong? Selalu-lah kaitkan segala "prestasi" ataupun karunia yang mereka miliki dengan kemurahan Tuhan Yang Maha Pemurah. Sikap rendah hati tidaklah muncul dengan sendirinya melainkan hasil pendidikan.

Komunitas

Kegiatan